You are currently browsing the category archive for the ‘1’ category.

Sekitar 15 persen remaja usia 10 tahun hingga 24 tahun di Indonesia, yang jumlahnya mencapai 62 juta, telah melakukan hubungan seksual di luar dan pra-nikah, demikian hasil penelitian Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).
Hasil penelitian itu, menunjukkan bahwa 9,1 persen remaja telah melakukan hubungan seks dan 85 persennya melakukan hubungan seks pertama mereka pada usia 13 hingga 15 tahun dengan pacarnya di rumah mereka.
Lembar fakta yang diterbitkan oleh PKBI bersama Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Fund for Population Activities/UNFPA) dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan bahwa setiap tahun ada sekira 15 juta remaja berusia 15 hingga 19 tahun melahirkan.
Setiap tahun, lembar fakta tersebut mencatat, sekira 2,3 juta kasus aborsi juga terjadi di Indonesia dan 20 persennya dilakukan oleh remaja.

Jika kenyataan remaja kita saat ini seperti itu ? bagaimana generasi remaja berikutnya jika kondisi tersebut dibiarkan tanpa ada upaya serius dari masyarakat maupun pemerintah.
Sebagai contoh, amati apa yang saat ini dominan ditayangkan oleh televisi terkait program – program untuk kalangan remaja ? paling dominan adalah dunia entertainment yang sarat dengan kehidupan glamour dan kebebasan pergaulan, model cipika –cipiki antar teman yang sering diperlihatkan oleh MC pada acara – acara entertainment menjadi life style kebanyakan remaja saat ini, sinetron dengan gambaran kekerasan terhadap orangtua dan keberanian mengumbar hawa nafsu pada teman lain jenisnya..seberapa besarkah upaya pemerintah dalam menindak tegas media – media informasi yang menayangkan pornoaksi – pornografi ? seberapa kuat upaya para orangtua dalam mendidik dan mengawasi putra – putrinya ?
Mau kemana remaja Indonesia ?
Para remaja yang masih peduli dengan jatidirinya, ayo teruslah berkarya untuk diri, untuk keluarga untuk negara dan agama.0110

Sinetron adalah sinema elektronik yaitu sebagai media untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada masyarakat melalui drama. Saat ini di Indonesia banyak sekali sinetron – sinetron bermunculan, dengan mudahnya tanpa memperhatikan efek samping yang bisa ditimbulkan akibat sinetron tersebut.
Coba simak saja beberapa pendapat mengenai wajah persinetronan di Indonesia serta efek negatif yang ditimbulkannya ,
Efek sinetron saat ini :
1. Tidak mendidik (komunitas dan perpustakaan online)
Di bawah ini adalah beberapa ciri sinetron khas Indonesia yang kurang mendidik :
1. Bercerita tentang seseorang yang penuh penderitaan lahir batin (lemah daya).
2. Ada tokoh antagonis yang sadis dengan akting yang berlebihan dan tidak wajar selayaknya penjahat normal.
3. Biasanya bahagia di akhir cerita alias happy ending.
4. Semakin tokohnya menderita penuh tangisan semakin bagus.
5. Kadang kalau cerita habis, dibuat cerita tambahan yang terkadang terlihat maksa.
6. Tokoh utamanya dipilih yang ganteng & cantik saja
7. Tidak sesuai dengan perilaku dan gaya hidup di daerah mana pun di Indonesia.
8. Memperlihatkan dan mengumbar kemewahan duniawi.
9. Kurang isi pesan / makna positif di balik cerita.
10. Cerita dibuat berseri dengan akhir yang ngambang supaya yang nonton jadi gemes dan penasaran.
11. Cerita selanjutnya bersambung minggu depan terasa sangat lama sekali sehingga yang ketagihan nonton sering teringat terus.

2. Sinetron tidak ramah anak 59.9 %, issu gender 49.1 %, mengangkat masalah yang tidak menyangkut kehidupan bermasyarakat 47.6 % (tabloid al-hikmah)
3. sinetron itu menjual mimpi (Prof. Dr. Deddy Mulyana, guru besar dan dekan fak. Komunikasi Unpad Bandung)
4. Berbau sara (sinetron muslimah dan hareem ) jauh dari konsep Islam walaupun sinetron bernuansa Islam , penyesatan umat (Drs. H. Aminudin Yakub MA, waka sekretaris komisi fatwa MUI)
5. dan masih banyak lagi….
coba deh renungkan…jika dalam sehari mata ini melotot terus terusan mendengar , menyimak bahkan sampe ketagihan nonton sinetron…berapa juta sel otak, dijejali informasi yang belum tentu bermanfaat untuk dunia atau akhirat kita… menonton televisi apalagi sinetron biasanya otak berada dalam kondisi rileks…dan tahukah kawan…kondisi rileks itu mudah sekali bagi otak untuk mengeluarkan gelombang alfa (α), potensi dahsyat gelombang alfa adalah ia bisa dengan mudah sekali merekam apa yang ia terima, wajar saja ketika sinetron menjadi sebuah kegemaran baru masyarakat Indonesia, maka pada umumnya akan seperti itulah gambaran masyarakat yang akan terbentuk ; senang terhadap tindakan kekerasan, kebencian, kebrutalan, prilaku sia – sia, glamour dst..de.el el, deesbe…wajar saja seorang mahasiswa jadi susah konsentrasi karena sel-sel otak keburu padet oleh informasi sinetron, atau ibu – ibu jadi lebih suka gosip dan menyakiti tetangganya..atau ibu yang ga peduli sama anaknya karena keasikan nonton sinetron.
so…gimana dunk ?
saran Chairul Umam dalam tablod al-hikmah perlu ditiru :
1. gerakan mboikot sinetron yang tidak berkualitas agar jangan ditonton, bahkan dilirikpun jangan..ntar lama – lama ratingnya turun dan si pembuat sinatreon akan pindah haluan
2. para produser dan sutradara jangan profit oriented
3. Beri kesempatan pada sineas muda untuk membuat sinetron yang berkualitas yaitu memperhatikan aspek ;
a. meningkatkan empati sosial
b. memberikan model prilaku yang baik
c. menghibur
d. non kekerasan
e. non issu gender / sara
f. non pornografi dan pornoaksi
g. tema bersentuhan dengan kenyataan masyarakat
h. ramah anak
i. ramah lingkungan
j. mengandung kepentingan publik

so…sebagai penonton kita dukung gerakan boikot sinetron tidak bermutu, ga usah dilirik apalagi ditonton, kalo susah…jual aja tipinya.
0039

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.